Fase Pendirian: Fajar di Al-Quds, 1953
“Dan sungguh, Kami telah menulis dalam Zabur setelah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh.” (QS. Al-Anbiya’: 105)
Setiap gerakan besar yang mengubah dunia biasanya lahir dari saat-saat perenungan yang sunyi namun mendalam. Bagi Hizbut Tahrir, momen bersejarah itu bermula di kota suci Al-Quds (Yerusalem) pada awal tahun 1950-an.
Di tengah reruntuhan harapan umat pasca hilangnya tanah Palestina dan kegagalan berbagai ikhtiar perjuangan sebelumnya, seorang hakim yang tajam mata batinnya, Syeikh Taqiuddin An-Nabhani, mulai merumuskan sebuah jawaban bagi masa depan.
1. Kegelisahan di Balik Ruang Sidang
Konteks Sejarah 1948-1952
Untuk memahami mengapa Hizbut Tahrir lahir, kita harus memahami konteks zamannya:
1948: Bencana Palestina (An-Nakba)
- Israel didirikan di atas tanah Palestina
- 750.000+ warga Palestina diusir
- Umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa
1952: Revolusi Mesir
- Raja Farouk digulingkan
- Gamal Abdel Nasser naik kuasa
- Harapan palsu untuk Islam
1953: Dunia Islam dalam Keterpurukan
- Mayoritas negara Muslim masih dijajah
- Pemimpin Muslim sekuler atau boneka Barat
- Umat terpecah, tidak ada kepemimpinan
Syeikh Taqiuddin: Sang Hakim yang Gelisah
Sebagai seorang hakim di Mahkamah Banding Al-Quds, Syeikh Taqiuddin setiap hari berhadapan dengan ketidakadilan yang kasat mata.
Apa yang Beliau Saksikan:
| Di Ruang Sidang | Di Luar Pengadilan |
|---|---|
| Hukum waris Islam tidak berlaku | Tanah Palestina dirampas Zionis |
| Hukum pidana Eropa diterapkan | Umat tidak punya pelindung |
| Hakim terikat hukum penjajah | Pemimpin Arab tunduk pada Barat |
Beliau sampai pada sebuah kesimpulan yang jernih:
“Umat ini sedang merintih kesakitan, dan obatnya bukanlah sekadar perbaikan akhlak pribadi, melainkan kembalinya Islam sebagai ruh yang memimpin tatanan kehidupan secara utuh.”
Pelajaran dari Kegagalan Gerakan Sebelumnya
Syeikh Taqiuddin mengamati gerakan-gerakan sebelumnya:
| Gerakan | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Khilafat Movement | Solidaritas kuat | Tanpa kekuatan politik nyata |
| Ikhwanul Muslimin | Jaringan luas | Terlalu fokus pada amal sosial |
| Perlawanan Fisik | Semangat juang tinggi | Tidak ada visi sistem Islam |
Kesimpulan Beliau:
- Umat butuh partai politik yang jelas
- Fokus pada perubahan pemikiran
- Manhaj harus sesuai cara Rasulullah ﷺ
- Tujuan: Penegakan Khilafah Rasyidah
2. Jalinan Persaudaraan yang Berani
Rekan-Rekan seperjuangan
Syeikh Taqiuddin tidak melangkah sendirian. Beliau memulai dengan diskusi-diskusi hangat bersama rekan-rekannya sesama pencinta ilmu dan aktivis perjuangan.
Tokoh-Tokoh Pendiri:
| Nama | Latar Belakang | Peran |
|---|---|---|
| Syeikh Taqiuddin An-Nabhani | Hakim, Ulama Al-Azhar | Pendiri & Amir |
| Syeikh Ahmad ad-Da’ur | Guru, Aktivis | Kader awal |
| Syeikh Nimr al-Mishri | Hakim, Ulama | Kader awal |
| Abul Qasim al-Qudah | Guru, Aktivis | Kader awal |
Tempat-Tempat Diskusi
Mereka berkumpul di:
- Rumah-rumah yang sederhana di Al-Quds
- Di bawah pohon zaitun yang kokoh
- Di sudut-sudut syahdu Masjid Al-Aqsha
- Madrasah dan pesantren setempat
Topik Diskusi:
- Mengapa Khilafah runtuh?
- Mengapa gerakan sebelumnya gagal?
- Bagaimana cara yang benar menurut manhaj Rasulullah ﷺ?
- Apa struktur partai yang ideal?
Allah berfirman tentang pentingnya musyawarah:
وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ
“Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah.” (QS. Ali Imran: 159)
3. Upaya Resmi Pertama (1952)
Pengajuan Izin Partai
Pada tahun 1952, Syeikh Taqiuddin mencoba menempuh jalur resmi untuk mendirikan sebuah partai politik.
Langkah yang Diambil:
- Menyusun dokumen pendirian
- Mengajukan ke pemerintah Yordania
- Menunggu persetujuan
Penolakan dari Penguasa
Karena kemurnian dan ketajaman ide yang beliau bawa, pihak penguasa saat itu merasa terancam dan menolak izin berdirinya gerakan tersebut.
Alasan Penolakan:
- Program partai terlalu Islamis
- Ancaman bagi raja-raja sekuler
- Dikhawatirkan menggoyang kekuasaan
Respons Syeikh Taqiuddin
Meski ditolak, beliau dan rekan-rekannya tidak gentar. Mereka memutuskan untuk tetap bergerak meskipun tanpa izin resmi.
“Kebenaran tidak butuh izin dari yang batil untuk eksis.”
4. Kelahiran Hizbut Tahrir (1953)
Tahun Bersejarah
Pada tahun 1953, Hizbut Tahrir secara resmi diproklamasikan sebagai sebuah partai politik yang berakar kuat pada nilai-nilai Islam.
Lokasi: Al-Quds, Palestina (saat itu bawah Yordania)
Slogan: “Mengembalikan Khilafah Rasyidah”
Struktur Awal
1. Amir (Pemimpin)
- Syeikh Taqiuddin An-Nabhani
- Dipilih berdasarkan baiat
- Bertanggung jawab atas arah perjuangan
2. Hizbiyyun (Anggota)
- Sekelompok kecil kader inti
- Telah melalui proses pembinaan
- Tersebar di Palestina dan Yordania
3. Muayyidun (Pendukung)
- Simpatizan yang mendukung
- Belum menjadi anggota penuh
- Membantu sesuai kemampuan
Langkah Awal yang Terata
1. Membina Kader Dakwah
Melakukan pembinaan yang intensif untuk melahirkan pribadi-pribadi yang memahami Islam sebagai pandu hidup yang paripurna.
Metode:
- Halaqah rutin
- Kajian kitab-kitab Islam
- Diskusi dan tanya jawab
- Praktik dakwah langsung
2. Perjuangan Pemikiran
Menerbitkan karya-karya besar untuk menantang kegelapan pemikiran asing yang mulai merasuki benak umat.
Karya Awal Syeikh Taqiuddin:
- Nizhamul Islam (Sistem Islam)
- Asy-Syakhshiyyah Al-Islamiyyah (Kepribadian Islam)
- Mafahim Hizbut Tahrir (Konsepsi HT)
3. Interaksi dengan Umat
Mulai berinteraksi dengan masyarakat untuk menyampaikan pemikiran Islam.
Cara:
- Ceramah di masjid-masjid
- Diskusi di universitas
- Distribusi risalah dan pamflet
- Dialog dengan tokoh masyarakat
5. Makna di Balik Nama “Hizbut Tahrir”
Arti Nama
Hizbut Tahrir (حزب التحرير) berarti “Partai Pembebasan”.
Etymologi:
- Hizb (حزب) = Partai, golongan, kelompok
- At-Tahrir (التحرير) = Pembebasan, kemerdekaan
Filosofi Nama
Bebas dari apa?
| Jenis Perbudakan | Solusi Islam |
|---|---|
| Penjajahan fisik | Kemerdekaan negara |
| Pemikiran asing | Akidah Islam yang murni |
| Hukum sekuler | Syariat Islam |
| Penghambaan pada manusia | Hanya menghamba pada Allah |
Pembebasan yang sejati adalah saat manusia melepaskan diri dari penghambaan kepada sesama makhluk, dan hanya bersujud kepada aturan Sang Pencipta.
Allah berfirman:
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ
“Tidak ada paksaan dalam agama. Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat.” (QS. Al-Baqarah: 256)
6. Getaran di Tengah Masyarakat
Respons Awal
Awalnya, banyak suara-suara sumbang yang meragukan.
Keraguan yang Muncul:
- “Mungkinkah sebuah kelompok tanpa senjata mampu mengembalikan kejayaan peradaban?”
- “Apakah ini tidak terlalu idealis?”
- “Bukankah ini mustahil di tengah dominasi Barat?”
Mengapa HT Cepat Diterima?
Meski ada keraguan, Hizbut Tahrir dengan cepat menarik perhatian karena:
1. Hujah yang Logis
- Argumentasi yang kuat dan sistematis
- Jawaban atas segala keraguan
- Tidak ada kontradiksi
2. Visi yang Jelas
- Tujuan yang tegas: Khilafah Rasyidah
- Manhaj yang jelas: Cara Rasulullah ﷺ
- Tidak kompromi dalam prinsip
3. Keberanian Menyampaikan Kebenaran
- Tidak takut mengkritik penguasa
- Tidak takut pada tekanan
- Istiqamah dalam kebenaran
4. Karya Tulis yang Mendalam
- Kitab-kitab Syeikh Taqiuddin yang komprehensif
- Menjawab segala persoalan umat
- Menjadi rujukan intelektual
Yang Tertarik Bergabung
| Kelompok | Alasan Bergabung |
|---|---|
| Intelektual | Kedalaman pemikiran |
| Pelajar/Mahasiswa | Visi perubahan yang jelas |
| Guru/Ulama | Kemurnian akidah |
| Perwira Militer | Konsep negara yang kuat |
| Pedagang | Sistem ekonomi yang adil |
7. Tantangan di Tahun-Tahun Awal
Tekanan dari Penguasa
Yordania:
- Mengawasi aktivitas HT dengan ketat
- Membatasi ruang gerak
- Menekan anggota di tempat kerja
Mesir:
- Di bawah Nasser, HT dianggap ancaman
- Anggota HT di Mesir ditekan
- Buku-buku HT dilarang beredar
Fitnah dan Tuduhan Palsu
Tuduhan yang Muncul:
- “HT ingin mendirikan negara dengan kekerasan”
- “HT adalah partai teroris”
- “HT ingin mengembalikan masa lalu”
Jawaban HT:
- Perjuangan dengan lisan dan pemikiran
- Tidak ada aksi kekerasan
- Mengikuti manhaj Rasulullah ﷺ yang damai
Pengorbanan Kader Awal
Banyak kader awal yang:
- Dipecat dari pekerjaan
- Dipenjara tanpa pengadilan
- Disiksa untuk mengungkap jaringan
- Diusir dari kampung halaman
Namun, mereka tetap istiqamah karena yakin dengan kebenaran jalan ini.
Rasulullah ﷺ bersabda:
يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلَاؤُهُ
“Seseorang diuji sesuai dengan kadar agamanya. Jika agamanya kuat, maka ujiannya semakin berat.” (HR. Tirmidzi)
8. Ekspansi Awal (1953-1960)
Dari Palestina ke Negara Lain
Setelah berdiri di Palestina, HT mulai menyebar ke negara-negara Arab lainnya:
| Tahun | Negara | Cara Masuk |
|---|---|---|
| 1953 | Palestina | Pendirian |
| 1954 | Yordania | Dakwah langsung |
| 1955 | Suriah | Melalui pelajar |
| 1956 | Mesir | Melalui alumni Al-Azhar |
| 1957 | Irak | Melalui jaringan ulama |
| 1958 | Kuwait | Melalui pedagang |
Faktor Kesuksesan Ekspansi
1. Jaringan Ulama Al-Azhar
- Alumni Al-Azhar tersebar di seluruh dunia Arab
- Membawa pemikiran HT ke negara masing-masing
- Kredibilitas ulama membantu penerimaan
2. Kesamaan Bahasa dan Budaya
- Bahasa Arab mempersatukan
- Budaya Islam yang sama
- Mudah memahami pemikiran HT
3. Kondisi Umat yang Sama
- Semua negara Muslim mengalami masalah serupa
- Penjajahan, sekularisme, kemiskinan
- HT menawarkan solusi yang relevan
9. Pelajaran dari Fase Pendirian
Untuk Aktivis Sekarang
1. Mulai dari Diri Sendiri
Syeikh Taqiuddin memulai dengan memperkuat diri sendiri sebelum mengajak orang lain.
Pelajaran:
- Perbaiki akidah sendiri dulu
- Dalami ilmu sebelum berdakwah
- Jadikan diri teladan
2. Jangan Tunggu Izin untuk Kebenaran
Ketika ditolak izin resmi, HT tetap bergerak.
Pelajaran:
- Kebenaran tidak butuh izin dari yang batil
- Tetap istiqamah meski ada halangan
- Cari cara lain untuk terus berdakwah
3. Fokus pada Pemikiran
HT fokus pada perubahan pemikiran, bukan aksi fisik.
Pelajaran:
- Perubahan sejati dimulai dari pemikiran
- Menangkan hati dan akal dulu
- Aksi fisik tanpa pemikiran yang benar akan sia-sia
4. Sabar dalam Perjuangan
Butuh waktu bertahun-tahun sebelum HT diterima.
Pelajaran:
- Perjuangan butuh kesabaran
- Hasil tidak instan
- Istiqamah lebih penting dari kecepatan
10. Warisan Fase Pendirian
Fondasi yang Kokoh
Fase pendirian meletakkan fondasi yang kokoh untuk HT:
1. Akidah yang Murni
- Berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah
- Tidak tercampur dengan pemikiran asing
- Menjadi standar untuk semua aktivitas
2. Manhaj yang Jelas
- Cara Rasulullah ﷺ dalam dakwah
- Tanpa kekerasan
- Fokus pada kekuasaan
3. Struktur yang Terorganisir
- Amir yang jelas
- Sistem baiat
- Pembinaan berjenjang
4. Karya Tulis yang Abadi
- Kitab-kitab Syeikh Taqiuddin
- Menjadi rujukan hingga hari ini
- Terus dipelajari di seluruh dunia
Dari Satu Orang ke Jutaan Pengikut
Dari sekelompok kecil di Al-Quds pada 1953, HT kini ada di 50+ negara dengan jutaan pengikut.
Ini adalah bukti bahwa:
- Ide yang benar akan selalu menang
- Perjuangan yang ikhlas akan diberkahi Allah
- Manhaj yang benar akan membawa hasil
Kesimpulan
Fase pendirian Hizbut Tahrir di Al-Quds pada 1953 adalah bukti nyata bahwa sebuah ide yang benar, jika dipikul oleh jiwa-jiwa yang tulus dan akal yang cerdas, tidak akan pernah bisa dipadamkan oleh jeruji penjara maupun larangan lisan.
Dari kegelisahan seorang hakim di ruang sidang, lahir sebuah gerakan yang akan mengubah wajah dakwah Islam selamanya.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)
Semoga Allah merahmati Syeikh Taqiuddin dan seluruh kader awal HT yang telah meletakkan batu pertama untuk kebangkitan umat ini.
Lanjutkan Perjalanan: