22 artikel dalam kategori ini
Mengapa harus ada hari pembalasan? Apa yang terjadi setelah kematian? Memahami proses hari kiamat, hisab, mizan, shirath, surga dan neraka
Mengapa iman kepada alam ghaib adalah ciri pertama orang bertakwa? Memahami hakikat malaikat, jin, Iblis, strategi setan, dan bagaimana melindungi diri dari godaan syaitan.
Membuktikan keberadaan Allah secara mutlak melalui metode rasional khas Hizbut Tahrir. Mengamati realitas keterbatasan (mahdud) pada manusia, kehidupan, dan alam semesta.
Mengurai benang merah epistemologi Islam tentang kedudukan Khabar Ahad dalam masalah Akidah dan Amal. Mengapa Akidah menuntut kepastian mutlak, sementara Amal mencukupkan dugaan kuat.
Mengapa Al-Qur'an adalah mukjizat abadi yang tak terbantahkan? Bagaimana membuktikan Al-Qur'an benar-benar dari Allah dengan akal, tantangan sastra, prediksi sejarah, dan konfirmasi sains modern.
Mengapa akal saja tidak cukup untuk membimbing manusia? Memahami keniscayaan nubuwwah, mukjizat sebagai tanda kebenaran, karakteristik para Rasul, dan mengapa Muhammad ﷺ adalah penutup para Nabi.
Mengurai benang kusut pemahaman takdir melalui pendekatan khas Hizbut Tahrir. Memahami area yang menguasai manusia (Qadha), khasiyat benda (Qadar), dan di mana letak pertanggungjawaban manusia.
Kunci kebangkitan manusia terletak pada pemecahan Uqdatul Kubra (Simpul Besar) melalui pemikiran menyeluruh (Fikrah Kulliyah) tentang manusia, kehidupan, dan alam semesta.
Mengurai konsep keadilan Islam yang fundamental berbeda dari keadilan Barat — bukan persamaan mutlak, melainkan memberi hak kepada yang berhak berdasarkan syariat Allah.
Memahami perbedaan mendasar antara peradaban (hadharah) yang berbasis nilai dengan kemajuan materi (madaniyyah) yang bisa diambil dari siapa saja, agar umat Islam tidak terjebak inferioritas atau isolasionisme
Memahami konsep kebebasan dalam Islam yang berbeda dari pandangan sekuler-liberal - kebebasan yang bertanggung jawab untuk mengabdi kepada Allah
Menggali kedalaman metodologi Ushul Fiqh Hizbut Tahrir tentang Ijma'. Mengapa hanya kesepakatan Sahabat Nabi yang diakui sebagai dalil syara' yang mengikat, sementara kesepakatan ulama modern ditolak?
Memahami konsep ijtihad dan taqlid dalam Islam - bagaimana syariat tetap relevan di setiap zaman, siapa yang berhak menggali hukum Allah, dan kapan kita wajib bertaqlid kepada ulama.
Memahami Islam sebagai ideologi yang komprehensif - akidah sebagai fondasi dan nizham sebagai sistem kehidupan yang mengatur seluruh aspek
Memahami bagaimana Islam memandang akal, proses berpikir yang benar, dan kaidah-kaidah untuk membedakan antara haq dan bathil sesuai tsaqofah Hizbut Tahrir
Memahami hakikat kebahagiaan sejati melalui lensa pemikiran Hizbut Tahrir. Mengapa harta dan jabatan tidak menjamin ketenangan, dan bagaimana penerapan syariat secara kafah menjadi kunci kebahagiaan individu maupun kolektif.
Memahami bagaimana Hizbut Tahrir memandang masyarakat — empat pilar pembentuk masyarakat Islam, perbedaan kerumunan dengan masyarakat, dan mengapa masyarakat Islam tidak bisa eksis tanpa negara.
Memahami perbedaan mendasar antara konsep umat Islam yang universal dengan negara bangsa (nation-state) yang berbasis nasionalisme dan sekularisme, serta mengapa Hizbut Tahrir menolak perpecahan umat dalam batas-batas geografis buatan.
Memahami konsep persamaan derajat dalam Islam yang berbeda dari pandangan sekuler-liberal - persamaan dalam martabat dengan pengakuan perbedaan fitrah
Memahami kedudukan akhlak dalam Islam — mengapa akhlak adalah hasil dari sistem yang sehat, bukan alat untuk mengubah masyarakat. Analisis khas Hizbut Tahrir dari At-Tafkir dan Asy-Syakhshiyyah Al-Islamiyyah.
Memahami konsep kepemimpinan berpikir — bagaimana akidah harus menjadi komando tertinggi bagi seluruh pemikiran dan perbuatan manusia, serta bahaya qiyadah ganda yang merobek kesatuan jiwa.